11 Hal yang Harus Dilakukan Pegawai Baru di 3 Bulan Pertama Kerja


Setelah melewati sejumlah seleksi--seperti ujian tertulis, psikotes,sampai wawancara--dengan sulit payah dan mengungguli puluhan atau bahkan ribuan pesaing, akhirnya kegiatan yang kita idamkan sekarang tercapai juga.

Tapi tidak boleh cepat berpuas diri dulu sebab tugas kita belumberlalu sampai di situ. Sekarang saatnya menciptakan atasan terkesan dengan kita menjadi karyawan terbaik.

Melansir laman Business Insider, mulailah dengan 11 urusan berikut guna memaksimalkan masa-masa tiga bulan kesatu dalam posisi baru:

1. Melaksanakan serta merenungkan rencana dan destinasi yang diputuskan pada hari kesatu

Mulailah dengan merenungkan destinasi yang Anda bikin pada permulaan posisi baru.

"Apapun yang kita jual dalam wawancara, mohon misi kita untukmengindikasikan bahwa Anda bakal melakukannya," ujar Amanda Augustine, pakar nasihat karir guna TopResume.

Periksa bagaimana destinasi Anda sudah berubah dan bagaimana dapatmembetulkan alur kerja untuk menuntaskan lebih tidak sedikit dan menjadi versi diri kita yang diharapkan pada hari kesatu.

2. Menjadi tak ternilai untuk anggota kesebelasan dan teman kerja

Tiga bulan ialah waktu yang lumayan untuk mempelajari posisi dan menjelaskan untuk rekan kerja tentang seberapa tidak sedikit kelebihan yang bisa Anda tawarkan.

Agustinus menuliskan bahwa dibuka pada minggu kesatu, Anda mestimuncul dalam pertemuan dan pembicaraan serta membangun kemahiran Andaguna menjadi orang yang masuk ke tim.

3. Menemukan teknik untuk mengatasi putus asa yang memprovokasi tim

Annabel Action, pendiri Never Liked It Anyway, berbagi sejumlah trik untuk solusi masalah secara kreatif. Tipnya dibuka dengan proyek kecil,tidak mengizinkan solusi Anda, dan bahkan bertanya untuk diri sendiri "Apa yang akan dilaksanakan oleh pahlawan saya?"

"Menimbang bagaimana Willy Wonka dapat memecahkan kendala kemasan, bagaimana Coco Chanel dapat mengatasi masalah komunikasi, dan bagaimana Salvador Dali bakal merampingkan rantai pasokan dapat sangat mencerahkan," tulisnya.

4. Mengevaluasi kembali kumpulan sosial dan relasi

Mungkin gampang untuk merasa nyaman dengan tetangga kantor kita, namun begitu kita mengenal mereka, saatnya guna memperluas relasi dan bertemu dengan orang beda di perusahaan. kita mungkin hendak memulainya dengan meminta saran dan perspektif mereka.

"Orang-orang mau untuk berkata tentang diri mereka sendiri," ujar Rachel Bitte, kepala petugas di perusahaan rekrutmen perangkat empuk Jobvite, "Orang-orang mau membagikan apa yang mereka pelajari di lapangan itu. Jadi tidak boleh takut guna memanfaatkan jaringan itu, melulu untuk sekadar belajar."

5. Mengeksplorasi teknik baru guna meraih lebih banyak

Stewart Butterfield, CEO Slack, mengatakan untuk Adam Bryant dari The New York Times bahwa dia mendorong karyawan guna bereksperimen dan berinovasi.

"Saya merasa laksana orang-orang di mula mereka, hingga pertengahan 20-an paling sungguh-sungguh," katanya, "Mereka paling serius, dan merekahendak merasa laksana mereka sudah menyelesaikan tidak sedikit hal pada umur yang paling muda daripada melulu mencoba untuk menggali tahu. Jadi saya mengupayakan mendorong mereka mengarah ke sikap yang lebih eksperimental. "

6. Terus memperbaiki kelaziman buruk

Charles Duhigg, pengarang "The Power of Habit," mencatat dalam bukunya:

"Biasanya, orang yang berolahraga dan mulai santap lebih baik bakal menjadi lebih produktif di lokasi kerja. Mereka mengisap rokok lebihtidak banyak dan mengindikasikan lebih tidak sedikit kesabaran denganteman kerja dan keluarga. Mereka sering memakai kartu kredit mereka danmenuliskan bahwa mereka merasa tidak cukup stres. Latihan ialah kebiasaan kunci yang merangsang perubahan luas."

Kegiatan positif lainnya yang dapat membetulkan pekerjaan kita mungkinmerangkum meditasi, menulis, melukis, atau membaca.

7. Mengidentifikasi penyebab boros masa-masa dan menghilangkan kelaziman itu

Kita seluruh bersalah membuang-buang masa-masa di sana-sini, namun keputusan terdapat di tangan Anda inginkan coba menghilangkan kelaziman buruk tersebut atau tidak.

Jika kita berniat guna menghilangkan kelaziman buruk itu, tahapan kesatu ialah mencatat bagaimana Anda menguras hari sampai-sampai Andabisa mengidentifikasi tugas sangat produktif dan sangat tidak produktif.

8. Selalu mengindikasikan nilai untuk perusahaan

Orang-orang berhasil akan selalu mengindikasikan berapa tidak sedikit nilai yang mereka bawa ke peran masing-masing.

"Saya tidak pernah beranggapan untuk meyakinkan siapa pun mengenai sesuatu. Saya pikir dalam urusan memberi ilham kepada mereka," kata Robin Dreeke, seorang agen FBI, "Jika Anda hendak pindah ke posisi kepemimpinan, atau hendak pindah ke perusahaan, urusan kesatu yangmesti ditanyakan untuk diri sendiri merupakan, 'Bagaimana saya dapat menginspirasi mereka untuk mengharapkan saya?'".

Dia melanjutkan, "Anda mesti memahami apa yang penting untuk mereka. Bagaimana mereka menyaksikan kemakmuran? Apa yang dapat Anda kerjakan untuk mempermudah kegiatan mereka?".

9. Menetapkan destinasi baru cocok harapan manajer

Setelah kita mempunyai waktu guna menyelesaikan susunan tujuan yanghendak dicapai, berkonsultasilah dengan manajer untuk memahami apakahdestinasi Anda masih sesuai.

"Ini ialah kesempatan bagus guna mendapatkan umpan balik mula mengenai apa yang Anda kerjakan dengan benar, apa yang perlu dilaksanakan dengan lebih baik, dan bagaimana Anda dapat menghabiskan masa-masa Anda minggu depan guna mendapatkan deviden terbesar dari tim," Natalia Autenriethmencatat di TopResume.

10. Mengambil setiap peluang untuk menjalin hubungan dengan teman kerja

Joanna Coles, mantan pemimpin redaksi Cosmo dan Marie Claire, menuliskan bahwa bersangkutan dengan rekan sebaya sama pentingnya bersangkutan dengan atasan.

"Hal yang tidak jarang kali saya jajaki dan katakan untuk kaum muda yang mengawali kerja ialah kelompok sebaya benar-benar mempunyai pengaruh terpenting dalam hidup sebab Anda bakal bangkit dan jatuh bersama," katanya.

"Saya tidak jarang kali mendapat pekerjaan melewati ikatan persahabatan dan rekomendasi seseorang yang tahu pekerjaan," tambahnya.

11. Menghidupkan pulang hubungan dengan mantan teman kerja

Agustinus menuliskan bahwa di mula posisi baru, pegawai baru mestikembali bersangkutan dengan orang-orang di perusahaan lama dan meminta rekomendasi. Waktu terbaik guna mendapatkan rujukan bukan ketika Anda menggali pekerjaan, namun jauh sebelum kita membutuhkannya.

Tidak ada komentar